Kategori
Blog baru.
Prinsip Desain Kipas Pendingin Pembersih Udara
November 22 , 2021Seiring dengan perkembangan masyarakat, kebutuhan masyarakat akan kualitas udara semakin tinggi, dan industri pembersih udara juga semakin berkembang, dan kipas pendingin yang merupakan mitra baik dari pembersih udara juga telah berkembang.
Alat pembersih udara merupakan salah satu alat listrik yang umum terdapat di rumah-rumah masyarakat, sering digunakan dan mudah rusak. Untuk memperpanjang masa pakai alat pembersih, kipas pendingin biasanya dipasang di dalam untuk secara efektif mengurangi suhu pengoperasian alat pembersih. Maka desain pemurni udara kipas pendingin harus memiliki persyaratan tertentu.
Secara desain, selain desain umum, kipas pendingin pembersih udara dapat lebih memenuhi kebutuhan pengguna melalui penerapan teknologi dan proses yang lebih baru. Dalam hal pencegahan debu, setelah penggunaan jangka panjang kipas pendingin aksial, berbagai bagian aliran udara akan tertutup lapisan debu yang tebal, yang akan menyebabkan buruknya aliran udara, menambah berat bilah, sehingga mengurangi kecepatan atau menambah beban motor, bahkan menyebabkan kerusakan pada kipas.
Kemudian pada saat memilih kipas pendingin alat pembersih udara, yang perlu kita ketahui adalah semakin vertikal bilah kipas pada kipas pendingin tersebut maka semakin besar permukaan potongan angin, semakin besar pula aliran udara yang dihasilkan, dan semakin besar pula kebisingan pemotongan angin. ; Sebaliknya, jika menggunakan bilah datar, angin yang dihasilkan akan lebih sedikit, atau bahkan tidak ada angin, sehingga pembuangan panas tidak efektif. Selain itu, jumlah bilah dan desain bilah juga akan berdampak besar pada aliran dan tekanan udara. Desain bilah kipas pendingin ventilasi memiliki dampak yang lebih jelas terhadap kinerja kipas. Pada kecepatan yang sama, produk dengan desain bilah kipas yang sangat baik dapat memberikan tekanan dan aliran udara yang lebih besar, sehingga memberikan efek pembuangan panas yang lebih baik.